"Bandung selalu memiliki cara untuk membingkai memori dengan lembut. Kemarin bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah, tapi tentang bagaimana setiap sudutnya mampu menenangkan riuh di kepala. Sebuah pertemuan singkat dengan ketenangan yang akan terus membekas."
"Sudut Jogja yang selalu riuh, namun entah kenapa terasa tenang di dalam sini. Bau tanah setelah hujan, bunyi denting bel delman, dan pendar lampu kuning di sepanjang jalan. Seolah waktu sengaja melambat, memberi ruang bagi napas yang biasanya terburu-buru. Jogja bukan sekadar tempat, ia adalah perasaan yang pulang."
"Berdiri di antara tembok batu yang mulai menghitam oleh usia, Bali terasa seperti sebuah kenangan yang enggan pergi. Suasananya begitu sunyi, hanya ada deru angin yang sesekali lewat, menyentuh sisa-sisa sesajen yang mulai mengering. Ada rasa sepi yang menetap di sini, sepi yang justru membuatku merasa utuh."